Jazakumullah Khoir



_MENU "Catatan Kecil"_

Minggu, 15 April 2012

Kesempurnaan Cinta Manusia


Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Kata cinta dalam Al Qur’an disebut Hubb (mahabbah) dan Wudda (mawaddah), keduanya memiliki arti yang sama yaitu menyukai, senang, menyayangi.
 
Sebagaimana dalam QS Ali Imron : 14 “Dijadikan indah dalam pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah lah tempat kembali yang baik (syurga).”
Dalam ayat ini Hubb adalah suatu naluri yang dimiliki setiap manusia tanpa kecuali baik manusia beriman maupun manusia durjana.
  Adapun Wudda dalam QS Maryam : 96 “ Sesungguhnya orang-orang beriman dan beramal sholeh, kelak Allah yang maha pemurah akan menanamkan dalam hati mereka kasih sayang ” jadi Wudda (kasih sayang) diberikan Allah sebagai hadiah atas keimanan, amal sholeh manusia. Dipertegas lagi dalam QS Ar Rum : 21 “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah ia menciptakan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” Dalam ayat inipun Allah menggambarkan ‘cenderung dan tentram’ yang dapat diraih dengan pernikahan oleh masing-masing pasangan akan diberi hadiah (ja’ala) kasih sayang dan rahmat.
 
MARAHIBUL MAHABAH (TINGKATAN CINTA)
ØAl a’laqah --> kecenderungan pada hal2 duniawi (harta benda)
ØAl atfu --> simpati  pd sesama manusia karena manusia setingkat lebih tinggi dr bendaà ditujukan dg mngejak pd kebenaran (dakwah) 
ØAsy syauk --> Kerinduan --> di tunjukan kpd orang mukmin dengan kasih sayang 
ØAshobabbah --> Empati dengan Sesama muslim krn ikatan aqidah, buktinya dg brlemah lembut pd mrk dan lebih mndahulukan kepentingan mrk (HR. Buhari Muslim "Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga ia mencintai saudaranya seperti ia mencintai dirinya sendiri), ini wajib di ungkapkan.
Ø Al isqu --> Kemesraan adalah Tingkatan cinta kpd rasululloh saw (QS. Ali-Imran : 31), buktinya dg meneladani rasul 
ØAt tatayub --> Penghambaan (QS. Al Fatir 13-14), ketergantungan kpd Alloh.
 
 
 Sesungguhnya cinta dan benci karena Allah Subhanallahu wa Ta’ala merupakan pintu yang sangat agung di antara pintu-pintu kebaikan di akhirat. Dan merupakan sebab seseorang mendapatkan kelezatan iman di dunia. Sebagian orang mengira bahwa cinta dan benci merupakaan suasana hati yang tidak mampu manusia mengendalikannya. Bagaimana ia bisa memaksakan diri untuk mencintai ini dan membenci itu!?
Sebagaimana yang dimaklumi dalam
Islam bahwa hati mengikuti aqidah dan iman yang ada di dalamnya. Barangsiapa beriman bahwa Allah adalah Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Rasul, maka ia pasti mencintai orang-orang yang mencintai Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Oleh karena itu cinta karena Allah dan benci juga karena Allah merupakan kewajiban atas setiap Muslim.
Wallahu'alam bishawab... 
 

Tidak ada komentar: