Renungan Untuk Kita
Mencoba
bertanya pada diri kita sendiri melalui lubuk hati yang paling dalam
"ketika kita dalam keadaan sempit, yang sering keluar dari mulut kita
rasa syukur kah? atau justru keluh kesah?". Dalam keadaan sempit karena
berbagai masalah yang menghimpit, kita cenderung akan berkeluh kesah
dengan keadaan tersebut. Kita akan menganggap bahawa kita adalah orang
paling berat ujiannya, bahkan makhluk paling buruk nasibnya, atau kadang
menyebutkan "Tuhan itu tidak adil" (Na'udzubillah).
Disaat
kita dalam keadaan yang sperti itu, coaba deh berpikir sejenak. Coba
mulai renungkan, "mengapa kita dalam keadaan seperti ini?" kemudian
jawab sendiri dengan pelan " Ini karena Alloh sayang pada ku". Yakinlah
bahwa setiap yang menimpa diri kita saat ini, itu hanyalah sepotong
episode dari panjangnya episode dalam skenario hidup kita yang dibuat
oleh NYA. Dengan seperti itu kita akan terasa ringan melangkah. Intinya
selalu husnudzon pada semua rencana NYA.
Ketika kita mampu
tenang dengan berhusnudzon. Maka bersilaturahmilah dengan saudara2 kita
yang lain. Jadilah pendengar setianya walau hanya dengan hitungan
menit. Dengarkan cerita atau keluh kesahnya. Dengan sperti itu kita akan
mengetahui betapa banyaknya saudara-saudara kita yang keadaannya lebih
sempit dari kita. Syukurilah keadaan kita saat ini, karena sungguh ada
mereka yang tidak seberuntung kita.
Ketika ada masalah dalam akademik kita, maka sungguh ada mereka yang tidak bisa sekolah
Ketika kita repot bolak-balik mengerjakan tugas, maka sungguh ada yang tidak tahu tentang ilmu dari tugas itu
Ketika
kita harus memenuhi hak orang lain padahal kebutuhan kita belum
terpenuhi, maka sungguh meraka lebih membutuhkan kita daripada diri kita
sendiri.
Ketika kita tak mampu memenuhi kebutuhan materi kita untuk suatu hal, maka sungguh masih banyak mereka yang tidak bisa makan.
Yakinlah Alloh SWT sangat mencintai kita
_Semoga Menginspirasi_
Tidak ada komentar:
Posting Komentar