Ketika merasakan sesak, emosi, cemas dan lainnya yang terangkum dalam satu kata "kecewa" apa yang kemudian kita lakukan?. Tentu perasaan seperti itu akan membawa kita, akan menuntun kita kemana saja. Bahkan akan membawa hati dan pikiran kita kelain arah, berbenturan arah dan tidak menemukan titik temu. Bingung memang.. ketika menghadapi keadaan seperti itu. Lantas harus seperti apa kita menyikapi keadaan itu?. Harapannya ketika dalam keadaan seperti itu kita tidak mengambil keputusan yang konyol. Aamiin...
Seringkali "kecewa" itu muncul karena adanya perbedaan antara harapan dan kenyataan. Bahkan terkadang muncul juga karena prasangka yang tidak terbukti oleh realita. Ah.. bukankah hal seperti itu PASTI timbul karena kita manusia dan muncul karena sebab akibat interaksi dengan manusia/ sekelompok manusia. Bukankah jika seperti itu adanya berarti "kecewa" adalah sebuah keniscayaan. Kecewa terhadap apapun yang sumbernya manusia adalah sebuah kewajaran. Manusia adalah tempatnya khilaf, sumbernya salah So...????. Apa yang kita lakukan ketika kita merasakan kekecewaan?? merasa jengkel..? merasa tak berdaya..? merasa lemah..? itu memang akan terjadi pada manusia selevel kita (eh.. saya saja).
Perasaan "kecewa" tidak akan pernah hilang jika kita hanya berdiam merenung, menyalahkan orang lain, menyalahkan diri sendiri atau bahkan menjadi terpuruk dan tidak produktif. Ada yang namanya Muhasabah dan kemudian bangkit!!. Itu hanya bagian dari skenario Alloh SWT untuk sepotong episode dalam kehidupan kita di dunia. Jika kita mau berpikir realistis.. kekecewaan yang timbul karena manusia/ saudara kita itu tidak perlu menghabiskan waktu kita yang teramat berharga untuk kita. Kita tau! ada Alloh yang SIAP menjadi sandaran kita. Kita tau! ada Alloh yang sedang menunggu kita untuk sujud dan mengadu pada NYA. Kita harusnya tau! hanya ada Alloh yang mengetahui segala yang tejadi dalam skenario kehidupan makhluk NYA. Ada Alloh yang tidak akan pernah lelah sebagai tempat bertanya perkara apapun. Saudara/i ku sungguh ADA ALLOH yang senantiasa membersamai kita.
Jika saudara kita mengecewakan kita, maka maklumilah karena ia sama seperti kita hanya manusia biasa. Jika ada kabar berita yang mengecewakan kita, maka cukup Alloh sebagai tempat mengadu dan bertanya (tetap budayakan Tabayyun). Tidak perlu menghabiskan waktu yang lama untuk mengobati kekecewaan!. Cukuplah kembalikan semua perkara kepada Alloh dengan sesempurna mungkin. Kadang butuh uzla (menyendiri) untuk bisa bangkit. Cukup Alloh sebagai teman dalam menghadapi rasa "kecewa". Mintalah petunjuk atas sebuah kebenaran kepada Alloh, hanya kepada Alloh! bahkan harus minta hukuman jika perkara itu SALAH dihadapan Alloh. Mintalah dihukum di dunia agar kita diampuni dosanya.
Wallahu'alam bishowab....
Sungguh Hanya Alloh, Cuma Alloh dan Cukup Alloh tempat kita mengadu.. ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar