Kutemukan
hangatnya KELUARGA, kutemukan KEHIDUPAN yang luar biasa rapih di atur oleh
Alloh, dan juga KASIH SAYANG tanpa pamrih dari saudara2 seperjuangan. Itulah
yang menjadi penyemangat dan membuat ane jatuh cinta di jalan dakwah ini.
Teringat sebuah kalimat yang menusuk jantung hati
“Bukan Dakwah Yang Butuh Kita, Tapi Kitalah
Yang Butuh Dakwah”.
Berbicara
terkait dakwah, maka ane akan coba menjabarkan apa yang kemudian ane temukan
dalam ORBIT bernama DAKWAH.
Dakwah itu
jalannya panjang karena ujungnya ada di jannahNYA
Dakwah itu
jalannya nggak mulus dan tiketnya ga murah kaya jalan tol, soalnya kadang ada
krikilnya kadang ada durinya juga kan bikin sakit yang menapaki jalan itu. Pun
tiket masuknya nggak murah harus dengan HARTA DAN JIWA. Cek à (Qs.
At Taubah : 41).
Dakwah itu
nggak lagi main-main di DUFAN yang bisa ketawa ketiwi bahkan treeaaak2, tapi
dakwah itu cukup senyum manis sama setiap objek dakwah, dakwah juga kadang melelehkan
air mata ^^
Tidak terlalu penting antum/ na
mau mendeskripsikan dakwah itu seperti apa...?? yang terpenting adalah
bagaimana kita menyikapi panggilan dakwah.
Bagaimana
kita menyiapkan bekal untuk jalan yang panjang
Bagaimana
kita sabar dalam menginjak krikil dan duri, serta ikhlas mengorbankan harta dan
jiwa kita di jalan itu..
Bagaimana
kita mengukir senyum manis untuk setiap objek dakwah yang kita temui.. dan
bagaimana kita menyembunyikan lelehan air mata diperaduan yang hanya Alloh saja
yang tau.. ^^
Ah... kenapa
masih saja mendeskripsikan “apa itu dakwah?” hmm... akhi.. wa ukhti.. sudahkah
antum/ na menemukan alasan untuk mencintai MEDAN ini? Lantas apa alasannya
antum/ na bertahan di MEDAN ini? Sudahkah antum/ na mendedikasikan HARTA dan
JIWA untuk tujuan dakwah kita? (ane jg belum tenang aja...) mari belajar IKHLAS
berniaga dengan Alloh karena keuntungannya sangan besar yaitu syurga dan isinya.
Cek à (Qs. As saff : 10-14).
Untuk mu yang
telah menemukan alasan kenapa kita harus bertahan di MEDAN ini, sungguh jangan
pernah bergerak sendiri (ane takut antum/ na diterkam “macan”). Carilah kawan yang bisa diajak bergerak membentuk barisan
dan pondasi tangguh dalam “amar ma’ruf
nahi munkar”. Bekerjalah secara berjama’ah agar beban dakwah terasa ringan.
Rawatlah binaan-binaan kita, sayangilah staf-staf kita dan cintai pemimpin kita.
Jangan pernah abaikan mereka, karena mereka adalah aset berharga yang akan
mengiringi kita untuk mengatur ritme dakwah kita.
Yaa ikhwah... satu yang ingin ane
sampaikan “Jagalah Atmosfir” yang ada
di Salam (Atmosfir = lingkungan = ukhuwah dll). Jagalah “atmosfir” itu tetap nyaman untuk kita hidup dan bergerak dalam
dakwah. Jagalah ia jangan sampai berubah, karena itu yang akan membuat
jundi-jundi kita nyaman untuk bergerak. Untuk antum/ na yang saat ini menjadi
qiyadah... sudahkah antum mencintai jundi-jundi antum dengan sebenar-benarnya
cinta karena Alloh? Sudahkah memenuhi hak jundi-jundi kita? Atau jangan2
mengenalnya saja belum. Penuhilah... jangan sampai itu menjadi hutang yang akan
ditagih di akhirat nanti (ane jg blum memenuhi hak antum/ na maka tagihlah
ane.. faghfirlana..).
Ane sangat
yakin setiap kader memiliki potensi “militan”
yang sama..!! hanya saja potensi itu akan tumbuh atau kerdil?. Militansi kader
itu tumbuh jika kita berikan pupuk, berikan yang ia butuhkan. Dalam kerja2
jama’i tidak boleh terlontar kata “dituntut/ menuntut” atau lain sebagainya
yang kemudian akan merubah “atmosfir” yang ada membuat kita “sesak nafas” dan akhirnya mundur dari
barisan. Ane yakin “Persaudaraan Islam” bukanlah lembaga yang isinya
orang-orang egois, bukan pula kumpulan orang-orang yang memiliki kepentingan
pribadi. “Persaudaraan Islam” adalah kumpulan orang-orang yang sadar dengan
sesadar-sadarnya bahwa ia adalah aset ummat yang memiliki amanah memperjuangkan
yang “haq”, ia adalah kumpulan orang
yang membawa misi kenabian (profetik) dan
ia adalah kumpulan orang dengan segala kelemahan tapi ia ingin bermanfaat untuk
ummat. Barakallahu fikum yaa ikhwah...
Jagalah
atmosfir itu...
Jagalah
Kekeluargaan yang telah kita buat dengan susah payah...
Jagalah
ia... maka semua aset akan terjaga..
“Karena
Kita Saudara”
Wallahu’alam
bishowab...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar